Shojinka Implementation To Provide Production Flexibility At Assembly Line

SHOJINKA IMPLEMENTATION TO PROVIDE PRODUCTION FLEXIBILITY AT ASSEMBLY LINE
Authors : Bambang Indrayadi, ARIF RAHMAN, Gery Hardhiarto

Abstract : Demand fluctuation triggers production planning problems. To determine amount of production flexibly through chase demand strategy, company can allocate the appropriate amount of manpower requirements. Shojinka technique provides production flexibility by arrange manpower planning and minimizing undertime or overtime. Recently, the company applied level production strategy. Assembly line had cycle time of 29.72 seconds by 55 workers. It reached efficiency of 69.69% and production output of 48,452 units. Implementing Shojinka technique, the study evaluates three scenarios, the average demand, the minimum demand and the maximum demand. At the average demand scenario, it has cycle time of 25.70 seconds by 69 workers, and obtains efficiency of 91.24% and production output of 56,031 units. At the minimum demand scenario, it has cycle time of 95.98 seconds by 18 workers, and obtains efficiency of 93.66% and the production output of 15,003 units. At the maximum demand scenario, it has cycle time of 19.19 seconds by 89 workers, and obtains efficiency of 94.75% and production output of 75,039 units .
Keywords : Shojinka, demand fluctuation, production flexibility, line balancing

PENERAPAN SHOJINKA DALAM FLEKSIBILITAS PRODUKSI PADA LINTASAN PERAKITAN

Abstrak : Perubahan jumlah permintaan yang berfluktuasi menyulut problema perencanaan produksi. Penentuan jumlah produksi secara fleksibel melalui strategi mengikuti permintaan (chase demand strategy) dapat ditempuh dengan mengatur jumlah tenaga kerja. Pengaturan jumlah tenaga kerja dengan teknik shojinka akan mewujudkan fleksibilitas produksi dengan mengurangi undertime dan overtime. Kondisi awal perusahaan yang mempergunakan strategi produksi konstan (level production strategy) menetapkan waktu siklus sebesar 29,72 detik dan 55 pekerja, mempunyai efisiensi sebesar 69,69% dan output produksi sejumlah 48.452 unit. Analisis teknik shojinka pada tiga skenario, saat permintaan rata-rata, permintaan minimum dan permintaan maksimum. Pada permintaan rata-rata dengan waktu siklus sebesar 25,70 detik dan 69 pekerja, didapatkan efisiensi sebesar 91,24% dan output produksi sejumlah 56.031 unit. Pada permintaan minimum dengan waktu siklus sebesar 95,98 detik dan 18 pekerja, didapatkan efisiensi sebesar 93,66% dan output sejumlah 15.003 unit. Pada permintaan maksimum dengan waktu siklus sebesar 19,19 detik dan 89 pekerja, didapatkan efisiensi sebesar 94,75% dan output produksi sejumlah 75.039 unit.
Kata Kunci : Shojinka, fluktuasi permintaan, fleksibilitas produksi, keseimbangan lintasan

Artikel dipublikasikan dalam Proceeding Seminar Nasional Teknik Industri, 2011, pp. I.159-I.172, Medan
Artikel dapat didownload pdf

Advertisements
This entry was posted in My Researches, Researches and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.